Apakah Menambah Modal Usaha Termasuk Maisir? Klarifikasi Fiqh dengan Contoh Pedagang Ikan

Apakah Menambah Modal Usaha Termasuk Maisir? Klarifikasi Fiqh dengan Contoh Pedagang Ikan


Istilah maisir (judi) sering digunakan untuk menilai transaksi modern, termasuk forex. Namun, penggunaan istilah ini sering melebar hingga menyamakan setiap risiko usaha sebagai judi. Artikel ini bertujuan meluruskan makna maisir dengan contoh sederhana namun kuat secara fiqh dan logika.

Apa Itu Maisir dalam Perspektif Fiqh Muamalah?

Dalam Islam, maisir bukan sekadar aktivitas yang memiliki risiko atau niat mencari keuntungan. Maisir memiliki ciri khusus yang membedakannya dari bisnis halal.

  • Keuntungan diperoleh tanpa aktivitas produktif nyata
  • Bersifat zero-sum game (satu pihak untung, pihak lain pasti rugi)
  • Tidak memiliki barang atau jasa riil sebagai objek transaksi
  • Risiko dialihkan secara tidak adil

Islam tidak menghapus risiko dari aktivitas ekonomi, tetapi menghapus ketidakadilan dan untung-untungan.

Studi Kasus: Pedagang Ikan di Pasar

Seorang pedagang ikan setiap hari membawa 50 kg ikan ke pasar. Dalam waktu singkat, seluruh ikan habis terjual. Berdasarkan pengalaman tersebut, ia berniat keesokan harinya membawa 70 kg ikan.

Pertanyaannya: apakah keputusan menambah jumlah dagangan ini termasuk maisir?

Analisis Fiqh terhadap Kasus Pedagang Ikan

Jika diuji dengan kaidah fiqh muamalah, maka keputusan pedagang tersebut bukan termasuk maisir.

  • Ada barang nyata yang diperjualbelikan
  • Ada usaha fisik dan logistik
  • Ada biaya dan risiko riil
  • Ada nilai tambah bagi masyarakat

Penambahan jumlah dagangan dilakukan berdasarkan pengalaman dan permintaan pasar, bukan berdasarkan untung-untungan.

Risiko Bisnis Bukan Judi

Risiko dalam bisnis adalah hal yang wajar dan halal. Maisir adalah keuntungan tanpa usaha produktif dan tanpa objek riil.

Jika setiap risiko dianggap judi, maka perdagangan, pertanian, dan industri akan kehilangan legitimasi syariahnya, yang jelas bertentangan dengan prinsip muamalah Islam.

Perbedaan Risiko Bisnis dan Maisir

Aspek Risiko Bisnis Maisir
Barang atau jasa Ada Tidak ada
Nilai tambah Ada Tidak ada
Usaha nyata Ada Tidak ada
Sifat untung-rugi Tidak zero-sum Zero-sum

Implikasi pada Forex dan Transaksi Modern

Contoh pedagang ikan dapat digunakan sebagai alat uji. Dalam forex, transaksi mendekati maisir jika tidak ada kepemilikan riil, hanya menebak arah harga, dan tidak menciptakan nilai tambah ekonomi.

Oleh karena itu, forex tidak otomatis haram, tetapi sangat bergantung pada akad, mekanisme, dan praktiknya.

Kesimpulan

Menambah jumlah dagangan karena permintaan pasar bukan maisir, melainkan bentuk ikhtiar dan tanggung jawab usaha. Islam melarang perjudian, bukan perdagangan yang mengandung risiko wajar.